Melati Belanda

Ceguk (Combretum indicum) adalah perdu dengan akar yang merambat atau memanjang dengan panjang dari 2-8 m yang berasal dari Myanmar dan bisa ditemui di ketinggian 600 mdpl. Ceguk dikenal pula dengan nama dani, udani, wudani (Melayu), bidani (Sunda), kacekluk, kaceklik, ceguk, cekluk, wedani (Jawa), rabet dani (Madura), kunyi-rhabet, rhabet besi, sarandengan (Kangean), dan tikao (Bugis).[1] Selain itu tanaman ini juga dikenal  dengan nama Melati Belanda.

Salah satu tanaman menawan yang sering digunakan untuk pagar rumah atau kanopi adalah Tanaman Melati Belanda (Quisqualis Indica). Tanaman ini juga sering disebut sebagai Chinese Honeysuckle. Bagaimana cara menanam Melati Belanda?

Tanaman Melati Belanda sangat menarik terutama karena kombinasi warna bunga dalam tangkai yang merupakan campuran merah, pink, putih dan hijau. Campuran warna dalam tangkai ini terjadi karena, pada batang yang sama ada banyak bunga yang mulai mekar secara bertahap. Kuncup-kuncup bunga berwarna hijau segar. Saat mereka mekar kemudian bunga-bunga merah keluar, untuk pudar berikutnya merah muda dan putih. Terlihat sangat cantik, feminin dan romantis.

Jika kita lewat di dekatnya, kita tidak hanya melihat pemandangan romantis yang indah, tetapi samar-samar juga tercium aroma wangi yang lembut. Sangat cocok digunakan untuk mengajak kupu-kupu datang ke halaman rumah.

Jenis Tanaman Melati Belanda

Tanaman Melati Belanda mungkin sudah lama dikenal sebagai tanaman merambat untuk pagar halaman atau kanopi rumah. Ada 2 jenis Melati Belanda yang diperdagangkan, yaitu:

  1. Jenis Rangoon Creeper: Chinese honeysuckle, yang memiliki sifat merambat. Jika ditanam langsung di tanah, fisiknya tidak bisa tegak, namun merimbun seperti semak. Bunganya berwarna merah dengan gradasi tak terlalu menonjol.
  2. Jenis Capadia Compacta: Tanaman yang berasal dari Thailand dan India ini memiliki karakter yang mampu berdiri tegak dan kompak. Meski tetap aman, tetapi untuk penggunaan bisa lebih fleksibel.

Menanam Melati Belanda

Tanaman Melati Belanda membutuhkan banyak sinar matahari untuk mengoptimalkan pertumbuhannya sehingga mampu mengeluarkan keindahan bunganya. Dan tentu saja karena batangnya yang lemah, harus ditanam di dekat pagar atau dengan tiang penyangga.

Pilih tempat yang cerah dan lembab. Sementara tanaman honeysuckle dapat mentolerir hampir semua lokasi, mereka akan tumbuh lebih subur di bawah sinar matahari. Jika memungkinkan, tanamlah Melati Belanda di lokasi yang menerima sinar matahari penuh. Lokasi yang Anda pilih juga harus memiliki tanah yang menyimpan air tanah yang baik. Tanpa sinar matahari, tanaman melati Belanda tidak akan berbunga banyak dan kadang daunnya rontok

Karena bunga melati Belanda sedang memanjat bunga seperti cara menanam bunga anggur maka beri penyangga pada tanaman ini jika diperlukan. Setelah memilih lokasi, tentukan apakah tanaman akan berfungsi sebagai penutup tanah atau apakah melati Belanda akan memanjat struktur penyangga nanti. Jika Anda ingin menggunakan melati Belanda sebagai penutup tanah, Anda tidak perlu memasang tiang pendukung.

Jika Anda ingin membiarkan melati Belanda menyebar, Anda perlu menanamnya di dekat dinding atau pagar, atau memasang terali, tiang, dinding, atau pagar. Jika Anda tidak menanam melati Belanda di dekat pagar atau dinding, berilah tiang pendukung sebelum menanam Melati Belanda. Jika Anda memasang penyangga setelah meletakkan tanaman di tanah, Anda dapat merusak sistem akar tanaman.

Manfaat

Tumbuhan ini berkhasiat antitumor, ia juga berkhasiat askarisidal (ascaricidal) dan bekerja secara kompetitif dengan asam glutamat pada reseptor metabotropis glutamat, serta terkenal sebagai obat cacing. Hendaknya, jangan meminum ramuan ini bersamaan dengan teh, dikhawatirkan bisa cegukan.[1]

 

 

Hits: 1624

Kontak